Perjalanan Luis Milla di Timnas Masih Panjang

luis milla pelatih timnas indonesiaTimnas Indonesia telah bermain di beberapa pertandingan uji coba level internasional di bawah arahan Luis Milla. Bagaimana menentukan pandangan yang tepat untuk mengevaluasi pertandingan timnas selama ini di bawah asuhan sang pelatih asal Spanyol?

Sejauh ini timnas Indonesia telah bermain dalam tiga pertandingan uji coba internasional dengan berbagai klub-klub domestik. Namun dari hasil pertandingan melawan Puerto Riko pada hari Selasa (12/6) lalu menunjukkan bahwa penampilan timnas kita masih jauh dari hasil memuaskan yang diharapan.

Alasan awal mengapa Luis Milla yang dipilih untuk mengasuh timnas Indonesia adalah karena keinginan untuk membentuk sebuah filosofi bola yang baru di negara ini terutama untuk timnas Indonesia. Kehadiran Milla untuk memimpin timnas diharapkan dapat memberikan ilmu mengenai berbagai strategi permainan dalam sepakbola seperti berbagai operan pendek, melakukan sirkulasi bola dengan cepat sekaligus agresif. Dengan kata lain, dengan hadirnya Luis Milla, timnas Indonesia diharapkan akan dapat bermain seperti tim-tim hebat, contohnya Barcelona atau timnas Spanyol.

Kini Milla memasuki bulan keempatnya di Indonesia, namun hingga saat ini para pemain di timnas Indonesia masih belum menunjukkan peningkatan permainan dengan permainan yang lebih beragam seperti yang diinginkan. Memang dari satu sisi permainan Indonesia sudah lebih agresif akan tetapi sayangnya hal tersebut tidak diimbangi dengan kontrol bola yang cukup baik. Para pemain timnas masih terlihat melakukan bayak umpan panjang dari berbagai posisi, dan juga dari sayap ke sayap. Pada ketiga pertandingan uji coba tersebut Indonesia tercatat hanya mampu menjebol gawang lawan sebanyak tiga kali dan kebobolan sebanyak tiga kali juga.

Hal ini menunjukkan bahwa tugas yang harus dilakukan Milla masih begitu banyak. Memang jika menilai secara objektif, tidak cukup menyimpulkan hasil dari kinerja pelatih yang berasal dari Spanyol tersebut hanya dari tiga laga uji coba internasional, dan ditambah juga dengan tiga uji coba lokal. Tahun ini Milla mengembang beban berat sebagai pelatih timnas Indonesia sekaligus timnas U-22, yaitu untuk membawa pulang medali emas SEA Games yang akan diadakan di Kuala Lumpur. Itu juga salah satu alasan mengapa banyak pemain muda yang dimainkan di pertandingan internasional kemarin.

Secara keseluruhan ada 30 pemain yang dimainkan oleh Milla pada ketiga pertandingan uji coba kemarin. Dari semua pemain tersebut ternyata ada 24 pemain yang sama sekali belum pernah merasakan bermain di timnas senior. Selain lima nama pemain senior yang bermain pada laga tersebut, tercatat hanya Evan Dimas yang memiliki caps bersama timnas Merah Putih.

Keputusan Milla untuk memainkan banyak pemain muda bukan tanpa alasan. Keputusan tersebut terkait dengan peraturan untuk para tim yang bermain di Liga 1 Indonesia untuk menyertakan pemain yang masih dibawah usia 23 tahun dengan jumlah pemain yang sudah ditentukan dan juga jumlah waktu bermain yang juga sudah di tentukan. Selain itu ada lagi peraturan baru yang menyatakan bahwa memainkan pemain yang telah berusia 35 tahun ke atas kini telah dibatasi jumlahnya. Langkah ini menunjukkan bahwa PSSI ingin melahirkan generasi sepakbola yang baru di Indonesia.

Sebagai hasil dari peraturan tersebut, Milla telah membentuk tim yang terdiri dari pemain yang rata-rata berusia 21.9 tahun. Hasil tersebut cukup memuaskan dan sesuai dengan persiapan yang harus dilakukan oleh Indonesia dalam rangka keikutsertaan Indonesia di babak kualifikasi Piala Asia U-23 yang akan diadakan di Thailand bulan depan dan juga salah satu ajang bergengsi yaitu SEA Games. Pemain senior yang tertua yang dipanggil oleh Milla adalah Irfan Bachdim, dimana tahun ini ia menginjak usia 28 tahun. Sedangkan pemain termuda yang dipanggil oleh Milla adalah Asnawi Mangkualam Bahar yang tahun ini baru menginjak usia 17 tahun.

Melihat kembali jalannya pertandingan internasional kemarin, hanya ada satu nama yang benar-benar bermain selama 90 menit penuh di lapangan, dia adalah Bagas Adi Nugroho. Total menit bermain dari bek yang kini bermain di Arema FC tersebut adalah 270 menit. Selain itu pemain yang waktu bermainnya mendekati Bagas hanyalah Febri Hariyadi yang mencatatkan waktu bermain akumulatif sebanyak 224 menit.